02/11/12

AKU KANGEN

 Ruangan ini bernama RINDU. Didalamnya masih berisi tentangmu, bahkan sampai sekarang saat aku menyempatkan waktuku berkunjung diruangan ini pasti seisi ruangan ini hanya akan bercerita tentangmu dengan segala kenangan yang sempat kau tinggalkan disini. Diruang ini.
Aku ini bodoh. Sudah kau tinggalkan tapi masih terus beranggapan kau ada dan menemani. Buktinya lihatlah aku malah selalu betah berlama-lama diruangan ini, memandangi foto-foto kita saat bersama dulu lalu tersenyum dan tiba-tiba dalam mataku mulai berkaca dan sedikit demi sedikit tetesan airmata itu jatuh dengan begitu saja dan ternyata merasa rindu itu nyeri rasanya. (sungguh). Aku terus duduk disofa tua ini yang mulai berdebu halus, membuka setiap album yang berisi wajah cantikmu itu. Lihatlah..kau terlihat jauh cantik difoto ini, lesung pipimu nampak dan pipimu yang berisi itu menambah nilai cantikmu. Aku memotretmu saat wisudamu di 3 tahun yang lalu. Kau mengenakan kebaya putih dan diingat beberapa kali kau berkata padaku bahwa hari itu adalah hari terindahmu. Akupun tentu bahagia karena senyummu itu yang selalu membuat suasanaku selalu hidup dan ahh aku kecanduan senyumanmu itu.

Aku menghapus airmataku dan berpindah keruangan yang lain. Ruangan berikutnya aku bertemu dengan cangkir biru yang biasa kau gunakan untuk membuat coffe kentalku dengan takaran gula dua sendok makan. Aku menyukai coffe buatanmu hingga sehari bisa sampai tiga kali aku memintamu untuk membuatkannya lagi dan sebagai bayarannya kau memintaku membuatkanmu beberapa puisi. Ahh.. romantis sekali. Dan anehnya sampai sekarang pun disaat semuanya harus sepi aku tak pernah merasakan aroma coffe lagi. lucu kan?

Aku masih mengelilingi ruangan ini bertemu dengan gitar tua yang biasa kumainkan sinarnya untuk mengiringi suara merdumu itu bernyanyi lalu kau kan memintaku untuk menyanyikanmu beberapa lagu lagi hingga kau lelah dan tertidur dipundak kiriku.
Aku juga berkunjung keruangan berikutnya, ruangan yang bisa dikatakan penuh dengan dirimu. Ya.. bunga mawar merah,dvd dan boneka kesayanganmu ada diruangan ini. Dan setiap minggunya aku pasti kan berkunjung keruangan ini menggantikan bunga itu yang hampir mengering. Disini aku memutar kembali rekaman vidio saat aku mengrekammu dipantai kuta Bali setahun yang lalu. Dividio yang berdurasi 9 menit 32 detik ini aku lagi-lagi harus menangis untuk yang kesekian kalinya. Melihat senyummu itu,gerak-gerikmu direkaman ini aku sampai menangis segitu sedihnya.

Hey..aku rindu. Tak bisakah kau pulang sebentar kehatiku untuk memelukku? Pulanglah sebentar untuk melihatku walau durasinya hanya semenit saja. Pulanglah sebentar kesini menyakinkanku lagi dan demi Tuhan aku pasti kan memaafkanmu dan menerimamu pulang kembali. Aku belum bisa tahu apa itu melupakanmu,apa itu melepaskanmu jadi kembalilah. Sekarang.
Tapi saat aku melangkah keruangan berikutnya,tubuhku kaku begitu saja. Diam dan hanya memandang satu titik arah yang tertujuh pada kertas putih itu. Ini bukan sembarang kertas biasa tapi ternyata ini undangan. Undangan pernikahanmu dengan dia Pria itu yang mencuri hatimu dariku. Coba kau lihat seluruh tubuhku masih gemetaran,air yang kusimpan dipelipis mata kanan dan kiriku jatuh sudah dan lebih deras airmatanya dibanding beberapa waktu yang lalu. Oh Tuhan ini sakit rupanya tapi bagaimana dengan hatiku? Aku diam..hingga masih susah untuk menjawab apa aku bisa menghadiri acara pernikahanmu itu atau tidak.

02/10/12

Won't give up

Tenanglah... aku masih betah berlama-lama disini,menunggumu,menemanimu hingga luka perihmu benar-benar hilang karena mereka yang menyakitimu. Kamu juga tenanglah... aku tak'an bergegas pergi meninggalkanmu dengan gerakan yang cepat karena terlalu lama menunggumu.

ini aku sedang menikmatinya,menikmati setiap waktu menunggumu dengan setiap saatnya melihat senyummu dan tawa lepasmu itu yang kadang-kadang menambah rasaku untuk semakin menunggumu.

Tenanglah..aku masih menunggu meski yang sering kau bahas bukan tentang kita tapi tentang mereka dan itu tak mengapa aku masih sanggup tertawa lepas menahan detakan jantungku yang saat ini benar-benar sesak tapi kau tak tahu kan? ahh..sudahlah abaikan. yang kutahuAKU MENUNGGUMU.

Tapi apa bisa aku mengatakan hal ini padamu? "Nanti, bila hatimu sudah sembuh bisakah kau mempercayai diriku untuk menetap lama dihatimu?" Bisa?