01/01/13

Bantu Aku Bangun

Hati dan perasaanku menjadi-jadi saat aku merasa, seharusnya aku yang menghangatkan tubuh kecilmu setelah kau kehujanan tadi sore. Sore yang bisa aku habiskan bersamamu menikmati senja, nampaknya harus kupupus dalam-dalam karena setelah ini kau tidak akan lagi berjalan bersamaku. Kau dimilikinya saat ini. Meski kau pernah bilang, yang dimilikanya hanya tubuh dan ragamu saja, lalu hatimu masih bersamaku. Aku masih belum bisa mengerti arti dari ucapan itu. Karena bagaimana bisa kau bersamanya tanpa hati dan jiwa. Aku masih belum bisa mengerti. Masih belum bisa.

Hati dan perasaanku terbakar saat aku merasa, pagi ini kau bisa melihat wajahku yang begitu tulus mencintaimu, namun nyatanya tidak. Kenapa kita tidak bersama saja dengan cara apapun. Aku masih belum bisa berhenti meredam sakitnya hati ini, terjagaku hingga pagi karena terlalu menciptakan pemikiran sendiri tentang apa saja yang terjadi sebelum kau lelap hingga terjaga. Apa masih wajahku yang masih bisa kau ingat. Bagaimana caranya menghentikan hal seperti ini. Aku gila. Gila sejadi-jadinya. Karenamu.

Kalau hanya sekedar membantu memasak, aku bisa..
Mengoleskan obat pada luka di tubuhnya, aku juga bisa..
Mengajakmu kencan dengan segala kesenangan kita, aku juga masih bisa.. 
Selama kau tidak minta untuk menjadi dia, ato selain diriku sendiri, aku masih bisa menyanggupi untuk bisa..

Tepatnya. Melupap. Itulah kata yang tepat saat aku tidak bisa menerima keberadaanku dalam hidupmu. 

Bantu aku untuk bangun. Mengerti. Dan bersabar.