02/01/13

Banyak Hal

Untuk mengingatmu tidaklah sulit. Banyak sekali hal yang bisa dengan mudah membuatku tersenyum saat angan ini tentangmu. Bahkan menangis. Lagu dari band yang punya vokalis kharismatik itu, aku bisa mengingatmu. Lagu-lagunya sering diputar di toko-toko kaset, pusat pemebelanjaan, sering juga aku menyanyikannya. Untukmu, ya..untukmu meski aku hanya bisa membayangkan kau sedang melihatku menyanyikannya untukmu. Sawah, karena kita sama-sama suka tempat semacam sawah yang menyejukkan, menenangkan, juga mendamaikan. Aku langsung ingat padamu. Jalanan yang sering kita lewati bersama saat pulang kerja juga melewati sawah hijau. Sambal, hehehe.. kalau yang satu ini, aku sebenarnya sangat suka, namun terkadang aku urung untuk banyak-banyak menambahkannya ke dalam makananku. Aku ingat padamu yang tidak suka sambal, perutmu akan protes mati-matian. Saat aku sakit perut, kamu pasti akan mengejekku untuk banyak makan sambal ditambah kopi campur es, heheheh. Itulah aku, bandel dan suka manja padamu. Jaketku, jaket yang berwarna lusuh meski sudah di rendam air sabun semalam masih akan sama warnanya. Aku membelinya karena aku suka model dan warna dari jaketmu,aku ingin punyak jaket yang sama sepertimu. Pertama kali aku bertemu denganmu. Aku jatuh cinta pada jaketmu. Namun sayang, kekecilan untukku juga modelnya tidak untuk cowok. Hhhmm..banyak hal yang bisa dengan mudah membuatku teringat padamu. Bukan tentang lagu-lagu cinta saja, bukan selalu tentang kenangan kita tentang sebuah tempat, bukan hanya soal makanan dan minuman apa yang kita suka.

Aku tidak akan mungkin terlepas dengan namanya waktu, waktu selalu bersama nafasku tiap saat. Waktu yang datang sebagai malam di setiap nafasku membuatku semakin dalam mengingatmu. Detail lekuk wajahmu saat tersenyum, cemberut, manyun, juga sedih, aku akan bisa dengan sangat mudah untuk mendatangkan dalam kesadaranku. Dulu saat kita bisa sering bersama, bersama untuk menyembah Tuhan, bersama untuk sesekali makan berdua, bersama untuk rapat kerja, juga saat yang lain saat kita habiskan berdua. Aku akan masih merindukanmu saat malam tiba, dengan segala kelelahanku berharap lebih. Di saat seperti sekarang ini, kita yang sudah akan lama bisa bertemu, bersama, tidak akan sering berbicara aku mengerti dan semakin menyadari banyak sekali hal yang memaksaku untuk mengingatmu meski itu sangat menyakitkan. Rasanya memang sekarang lebih menyakitkan terlebih yang dulu.

Tapi, sulit untukku menemukan cara mem pause sekejap tentangmu, namamu, aromamu, suara tawamu, juga binar matamu. Menyeka perih inipun sulit untukku temukan hingga saat ini. Belum hingga kini. Entah, sampai kapan. 

Banyak hal, yang membuatku tak berhenti untuk mencintaimu..