13/03/13

Bahkan Tuhanpun Sama

Terkadang kita ingin melakukan suatu yang berarti, namun hanya terhenti pada niat saja. Tanpa tindakan juga ucapan. Langkah terhenti, pundak begitu berat, tangan terbelenggu, lidah turut kelu. Hanya mata, akal juga hati yang berteriak, berlari hingga menangis tanpa bekas.

Jiwa seakan terlepas, raga terpasung kaku terbenam bumi. Meski kaki disentakkan, masih saja pijakkan tak berubah. Jarak bukan masalah, waktu bukan halangan, ruang bukan alasan. Tetap kita tidak bisa. Bukan di kemauan yang salah. Sekali lagi bukan karena kemauan yang salah. Jangan salah sangka dulu. 

Maaf, jika kau pernah bisa, tapi rasanya sekarang bukan saat yang tepat bagiku. Cukup mengerti saja, jika aku memang bisa dan mau. Karena sebuah nilai semua berbeda dan tidak nyata. Bahkan Tuhanpun akan sama denganku tentang ini.

(Hidup itu Sederhana -seharusnya- Hanya sederhana-nya saja yang bisa absurd, kompleks, kongkrit, bahkan absolute)

Sekali lagi, ini bagiku. Bukan kau, juga kalian.