13/06/13

Kenapa harus sekarang

Kenapa kita tidak bertemu dulu..? Katamu.

Jika kita bertemu saat dulu, maka kita akan seperti orang kebanyakan.

Saling kenal.
Tukar informasi.
Dekat.
Saling suka.
Menjalin komitmen.

Saling tahu.
Konflik mendera.
Penyelesain, pendewasaan.
Bisa kuat, bisa pupus.

Klise dan tidak selalu seperti itu memang.

Dan kita sekarang, bukan bertemu dulu. Kita yang sekarang, saling tau bagaimana keadaan kita masing-masing. Tanpa sebuah kesengajaan yang agar kita menjadi cinta. Tanpa sebuah usaha yang karena kemungkinan kita bisa bersama. Tanpa kepalsuan yang harus ditutupi agar kau dan supaya aku bisa saling menjaga perasaan. Kau cerita semua tentang kekuranganmu. Aku bercerita segala kebusukanku. Kita tidak dipungkiri, ternyata -bisa jadi- seperti orang kebanyakan. Kita jatuh cinta, akhirnya. 

Kau bersama perahumu, aku berada di sekociku. Berjalan beriringan. Aku nahkodanya, dan engkau awak kapalnya. Kita yang harusnya tidak boleh mencinta, akhirnya terpaut. 

Kita tidak bertemu untuk dulu. Tapi untuk sekarang. Pengenalan yang tak sama, informasi yang pasti, kedekatan yang absurd, komitmen yang pasti lebih pasti. Kita lebih tahu, lebih tahu untuk menghargai, menjaga, menghormati, dan memberi. Karena bukan dulu, kita jadi lebih tahu tentang arti sekarang. 

Sekarang, yang bukan dulu. Tetap tidak sama dan akan menjadi berbeda.