19/08/13

Ibu

Surat ini untuk Ibu.
Wanita terhebat yang paling kuat.
Wanita nomor satu yang tak akan pernah henti aku beri rasa hormat.
Untuk Ibu.
Wanita tersabar yang pintu maafnya selalu melebar.
Wanita yang selalu setia menunggui Ayah pulang, walau Ibu tahu Ayah terlalu asyik menyambangi si jalang sampai petang.
Kuatlah Ibu,
karena wanita diciptakan mulia.
Satu tetes air mata dari tangisnya akan dibayar berlipat ganda.
Tegarlah Ibu,
karena bahagia yang dibangun di atas luka adalah fana.
Bahkan luka itu sendiri hanyalah sementara.
Surat ini untuk Ibu.
Yang membuat aku berjanji tidak akan pernah sampai hati menyakiti seorang perempuan walau hanya satu kali.
Untuk Ibu.
Yang membuat aku tahu bagaimana seharusnya menjadi laki-laki.