18/08/13

Karnaval Mimpi

Untuk kamu yang telah lama menjadi elemen mimpi indahku,
apa kamu tahu?
Banyak manusia yang suka mendahului rencana-rencana Tuhan. Berekspektasi begitu begini, menutup mata dari kenyataan yang sebenarnya terjadi, dan terlalu yakin dengan rencana buatan sendiri. Dan manusia yang dengan lancangnya mendahului rencana Tuhan itu salah satunya; saya.
Sampai kemarin saya mempunyai mimpi. Mimpi yang pada awalnya saya yakini bisa terealisasi.
Saya akan menikah dengan kamu.
Mimpi saya sesederhana dan serumit itu.
Dulunya, itu adalah mimpi kita. Tapi ketika seseorang datang dan mencuri kamu dari kehidupan saya, mimpi itu akhirnya hanya menjadi milik saya sendiri.
Sampai kemarin, segala upaya saya lakukan untuk mendapatkan kamu kembali sampai saya lupa, saya masih punya harga diri.
Saya sadar tidak bisa terus mengiba dengan penuh harap dan pinta pada seseorang yang telah menjadikan hati saya remuk hingga tak berupa lagi.
Hari ini saya memutuskan untuk berhenti. Untuk itu saya mohon, jangan menahan saya pergi lagi.
Kamu tidak pernah mencintai saya, kamu hanya tidak ingin saya dengan orang lain.
Kamu tidak pernah memimpikan hal yang sama tentang kita, kamu hanya tak ingin sepi.
Ini adalah titik di mana saya merasa cukup.
Tolong kamu juga berhenti menjanjikan saya mimpi yang tidak akan pernah bisa kamu realisasi.