16/08/13

Sudah Enam Tahun

Hai, kamu masih ingat tidak?
Satu tahun yang lalu, aku menulis surat untukmu dengan pertanyaan yang sama; apakah kamu tahu bahwa waktu paling lama dalam melupakan seseorang adalah enam tahun?
Satu tahun yang lalu, aku menceritakan pada kamu tentang aku yang masih memiliki sisa satu tahun lagi untuk melupakan kamu. Satu tahun yang lalu, aku menceritakan pada kamu bagaimana aku akan melewati hari-hari satu tahun lagi sebelum kamu pergi dari ingatanku. Satu tahun yang lalu aku memikirkan bagaimana rasanya bangun di pagi hari dan tiba-tiba saja sudah tidak mencintai kamu lagi.
Dan hari ini sudah genap enam tahun. Tadi pagi aku terbangun dengan perasaan yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Perasaan malas, perasaan ingin kembali berguling di bawah selimut tebalku dan perasaan-perasaan sebal lainnya karena aku belum menyeduh kopi pertamaku di pagi hari.
Aku berjalan menyalakan TV dan seorang penyiar berita mengucapkan selamat pagi diikuti informasi tentang cuaca hari ini, hari ke enam di bulan Februari. Dan aku langsung tersadar, hari ini sudah genap enam tahun. Maka segera saja aku meraih secarik kertas dan pulpen untuk menulis surat ini.
Enam tahun. Apakah setelah selama itu, aku baru benar-benar melupakanmu?
Aku tidak pernah lagi bertemu denganmu sehingga memang tentang kamu sudah tidak pernah hadir lagi di ingatanku. Namun sewaktu-waktu, aku mendengar lagu dan kutipan yang menjadi pemicu ingatan. Yang membuat kenangan tentangmu hadir begitu saja dan menyisakan aku perih yang sama.
Waktu itu bulan Februari, enam tahun lalu, hari ini. Akulah yang menginginkan perpisahan itu, akulah yang pertama lelah dan menyerah. Akulah yang memintamu pergi dan juga yang meraung meminta kamu kembali. Kamu tidak pernah kembali, pun tidak pernah menoleh padaku sama sekali bahkan sampai hari ini.
Bayangan tentang kamu tersebut masih sangat jelas di ingatanku.
Ternyata aku belum lupa, aku gagal. Hari ini sudah genap enam tahun, dan rupanya aku masih belum melupakanmu.
Rupanya aku mencintaimu bahkan melebihi segala teori. Untuk melupakanmu saja aku masih memerlukan beberapa tahun lagi.
Maaf, sepertinya aku mencintaimu lebih dari jangkauan waktu.