02/09/13

Bagaimana Jika

Bagaimana jika Tuhan membuat konsep bahwa manusia hanya bisa mencintai satu orang saja selama hidupnya?
Mungkin jatuh cinta akan menjadi jauh lebih sederhana jika Tuhan hanya memberi masing-masing jatah untuk memberikan cinta pada satu orang saja. Tidak akan ada kesalahan, pengkhianatan, ketakutan. Manusia akan menjadi lebih mudah untuk setia.
Namun, apakah pada saat itu kamu akan memilih belajar mencintai orang yang mencintai kamu, atau berjuang untuk orang yang kamu cintai agar cinta kamu berbalas?
Belajar mencintai. Hal itu mungkin terdengar lebih mudah. Tapi apakah dengan berhenti berjuang, akan membuat cinta yang tidak kamu perjuangkan itu berhenti? Sepertinya tidak.Karena rasa tidak pernah berhenti begitu saja. Bagaimana jika kamu gagal dalam hal belajar mencintai? Memangnya hidupmu akan bahagia?
Memperjuangkan orang yang dicintai. Bagaimana jika perjuangan itu sia-sia? Ingat, kamu hanya bisa mencintai satu orang saja.
Seandainya dulu, Tuhan membuat konsep manusia hanya bisa mencintai satu orang saja seumur hidupnya, mungkin kita tidak akan mengenal hal yang dinamakan dengan pilihan.
Mungkin jatuh cinta akan menjadi lebih mudah, tapi mungkin juga akan menjadi lebih susah.
Bagaimana jika sebenarnya pilihan-pilihan itu ada agar kita mempunyai banyak cara untuk bahagia?
Seandainya kita memilih untuk memperjuangkan orang yang kita cintai, kemudian perjuangan tersebut sia-sia dan kita pun menyerah. Kita masih mempunyai pilihan untuk belajar mencintai orang yang mencintai kita, dan kita akan tetap bahagia karena setidaknya kita pernah berjuang.
Because in the end, the suffering and the pains… they’re all worth the fight.