17/09/13

Buku Ini aku pinjam

Surat ini aku selipkan di buku yang ku pinjam darimu kemarin lusa.
Terima kasih untuk meminjamkan aku buku kesukaanmu ini. Maaf ya, sebenarnya aku tidak benar-benar membacanya. Aku berulang kali membulak-balik halaman demi halamannya, membaca setiap kata, dan berusaha keras untuk mengerti. Tapi aku tidak bisa. Bukannya aku tidak menyukainya atau apa, aku sungguh sedang mencoba mengerti hal-hal yang disukai oleh orang yang akhir-akhir ini mengisi pikiranku.
Iya, kamu akhir-akhir ini mengisi pikiranku. Aku bahkan terus memikirkanmu sepanjang merampungkan buku ini. Aku memikirkan bagaimana ekspresimu saat membacanya, aku bertanya-tanya apa yang kau sukai dari buku ini, dan aku membayangkan kembali raut mukamu saat menceritakan padaku tentang buku ini dengan menggebu-gebu.
Aku cemburu pada buku ini.
Aku sangat ingin menjadi sesuatu yang kau sukai. Sesuatu yang kau ceritakan pada teman-temanmu dengan riang, sesuatu yang membuatmu tiba-tiba tersenyum sendirian, dan sesuatu yang mengisi pikiranmu di waktu senggang.
Tapi bagaimana caranya ya? Berbicara denganmu saja aku tak mampu. Jatuh cinta seolah menelan kata-kata di otakku sampai di depanmu aku lupa bicara. Aku seperti seorang bodoh yang mencoba mencari hal-hal yang kau sukai sampai berusaha memahaminya, sekedar untuk mencari hal menyenangkan untuk dibagi bersama kamu.
Maaf ya, untuk meminjam buku kesukaanmu hanya karena aku ingin mencoba mengerti hal-hal yang kau sukai. Maaf ya, untuk mencuri waktumu hanya karena banyak waktuku yang seolah lenyap karena berjalan terlalu cepat setiap kau menemani.
Buku ini aku pinjam sampai aku mengerti bagaimana menjadi sesuatu yang kau sukai.