05/09/13

I Want Him

Whisper words of wisdom; let it be…
Suara John Lennon mengalir dari radio mobil Saka. Aku menatapnya lama, sosoknya yang sedang menyetir dengan sebelah tangannya menggenggam jemariku. Sosok lelaki yang sudah aku cintai selama bertahun-tahun, sosok lelaki yang sudah aku kenal baik bahkan tentang kecintaannya pada The Beatles.
“Kamu tahu meaning dari lagu ini apa?” Tanya Saka tiba-tiba.
“Kalau dari judulnya, Let It Be, mungkin tentang penerimaan akan sesuatu. Sounds like… que sera sera.
So, you are not a die hard fan of The Beatles, then.
“Well, I’m not!” Jawabku sambil menggerutu, Saka seharusnya tahu, selera musikku memang jauh berbeda dengannya. Aku lebih menyukai lagu-lagu terbaru yang sedang hitssekarang, sedangkan ia menyukai lagu-lagu yang hits… pada jamannya. “Emang kamu tahu?”
“Of course.” Sahut Saka, nada bangga terdengar dari suaranya. “Lagu ini menuangkan perasaan Paul McCartney sebagai penulis lirik. Perasaannya tentang bubarnya The Beatles. Pada masa-masa itu, Paul bermimpi bertemu dengan ibunya, Mary McCartney…”
“That’s why there is a Mother Mary comes to me, ya?”
Exactly.” Saka tersenyum, membiarkan jantungku seperti berhenti berdetak selama sepersekian detik. “Dan dalam mimpinya itu, ibunya bilang bahwa semuanya akan baik-baik saja, semua yang akan terjadi biarlah terjadi. Let it be.
“Itu kan pendapatku juga. Semacam penerimaan akan apa yang terjadi biarlah terjadi.”
“Dan kamu bisa terima kalimat itu juga untuk kita, Sar?” Potong Saka.
Aku terdiam sejenak mendengar ucapan Saka, “Maksud kamu? Ada hubungan apa lagu ini dengan kita?”
I can’t leave my fiancée.”
“Bukannya kamu yang bilang, setelah liburan kalian ke Bali itu, kamu mau memutuskan pertunangan kamu dengan dia?”
I can’t.” Saka meminggirkan mobilnya untuk berhenti, dari sana aku tahu yang akan Saka katakan berikutnya adalah sesuatu yang serius, “Nggak semudah itu, Sar.”
“Lalu… kapan?”
There will be an answer, Sar.
Eat that crap already. I want you.
Saka menatapku lama, kemudian mengecilkan volume radio mobilnya. Dan suara John Lennon nyaris menghilang bersamaan dengan Saka menarikku ke dalam pelukan.
“Leave her, Ka.”
There will be an answer, let it be…
Shut up, John Lennon. I want him, now.