22/09/13

Kepada yang masih dan selalu

Kepadamu yang cinta tak mau melepaskan diri.
Ada yang mencintai aku. Seseorang yang bukan kamu.
Aku mengatakan padanya bahwa sejak lama, di hatiku sudah ada orang lain. Kemudian dia berkata begini padaku, bahwa cinta itu tentang melepaskan. Jika kau benar-benar mencintai orang tersebut, kau harus membiarkannya pergi. Membiarkannya berbahagia meski pun itu bukan dengan kau. Membiarkannya tertawa meski pun itu bukan karena kau. Melepasnya pergi, dengan seseorang yang bukan kau.
Tapi kemudian aku menyangkalnya. Kataku, justru karena cinta, aku ingin membuat orang yang aku cintai bahagia dengan caraku. Aku ingin membuat orang yang aku cintai tertawa bersamaku, dan aku ingin membuat orang yang aku cintai berada di sampingku dan berada dalam penjagaanku. Seandainya cinta boleh memaksa, seandainya cinta harus memiliki…
Kepadamu yang kenangan masih saja lekat.
Ada orang yang menerimaku. Seseorang yang bukan kamu.
Aku mengatakan padanya bahwa sejak lama, di hatiku sudah ada orang lain. Dan aku tidak mau bersikap seolah-olah mencintainya hanya untuk melupakan kamu. Kemudian dia berkata begini padaku, “Kau tidak perlu melupakan, karena hidup tidak selalu tentang melupakan. Kau hanya perlu menerima. Seperti aku yang menerima hal-hal yang telah lalu dalam hidupmu. Kemudian aku terkesima. Mengetahui betapa penerimaan menimbulkan rasa yang melebihi cinta.
Kepada kamu yang masih bersangkar di pikiranku seperti tak tahu malu.
Ada orang yang mau berjuang bersamaku. Seseorang yang bukan kamu.
Aku mengatakan padanya bahwa sejak lama, di hatiku sudah ada orang lain. Kemudian dia berkata begini padaku, terkadang kita memang tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan terkadang pula, apa yang kita inginkan bukanlah sesuatu yang kita butuhkan. Dia juga berkata, “Jika mencintainya membuatmu merasa sendirian, aku akan menggandeng tanganmu dan bersama-sama membantumu merelakan.”
Kepada yang masih dan selalu.
Ada orang yang mencintai aku. Seseorang yang bukan kamu. Seseorang yang mampu menerimaku, seseorang yang mau berjuang bersamaku.
Jika begitu, bolehkah ku minta hatiku kembali?