03/09/13

Sabar dan Tenang

Cinta itu sabar dan tenang,
tidak terburu-buru dan menggebu.
Seperti tetes air yang jatuh di atas batu yang keras,
perlahan,
sabar dan tenang.
Cinta itu sabar dan tenang,
tidak memaksa dan membara.
Seperti matahari yang mengirim kehangatan di kala siang,
namun tetap mempunyai saat bersembunyi di waktu malam.
Agar teriknya tidak menyiksa dan membuat gersang.
Dan seperti matahari yang tetap ada hingga pagi kembali menjelang, cinta pun sebenarnya tidak hilang saat memberi waktu dan sedikit ruang.
Aku ingin mencintaimu dengan sabar dan tenang.
Seperti ombak-ombak kecil yang merendam kakimu di pesisir pantai,
seperti semilir angin yang menerpa wajahmu dengan pelan,
seperti bintang-bintang yang mengawasimu dari kejauhan,
seperti bulan yang menemanimu semalaman.
Aku bukan diam, tapi melakukannya dengan tenang. Kau boleh tanya Tuhan betapa berisiknya aku membicarakanmu dalam setiap kesempatan. Dalam doa, sesaat sebelum terlelap, dan kapan pun rindu datang sembarangan.
Bukan aku tak berjuang, tapi memberimu sedikit ruang.
Bukan menghilang, hanya tak terlihat.
Bukan tak peduli, hanya tak menunjukkannya.
Mengapa?
Karena aku mencintaimu dengan sabar dan tenang.