16/09/13

Untuk Manusia Sialan

Teruntuk manusia sialan yang mematahkan hatiku.
Beberapa waktu yang lalu aku mematahkan hati seseorang. Tidak persis sama seperti caramu melakukannya, karena aku bukan penghancur hati yang hebat seperti kau. Tapi mungkin baginya rasanya perih tak terperikan, dan di matanya aku adalah manusia sialan seperti kau.
Sebelum aku sadar telah mematahkan hati seseorang, aku sempat berpikir mengenai reinkarnasi. Reinkarnasi akan membuat kita bertukar peran, dan aku pikir hal itu menyenangkan, aku benar-benar ingin tahu bagaimana rasanya menyia-nyiakan.
Tapi bahkan sebelum ragaku mati, aku sudah bereinkarnasi menjadi seorang manusia sialan yang mematahkan hati seseorang. Manusia sialan seperti kau. Dan yang membuatku kesal adalah ketika aku menyadari bahwa orang yang ku patahkan hatinya itu bukan kau.
Kau, manusia sialan yang sempat membuatku jatuh cinta. Aku ingat dulu kau pernah bertanya, “Kenapa sih kau jatuh cinta padaku?” dan aku sendiri tak mampu mengatakan apa-apa.
Menurutku, seseorang yang jatuh cinta selalu mempunyai alasan untuk memuja. Entah pada senyuman atau binar mata. Tapi tak ada satu alasan pun yang tepat untuk mengatakan mengapa padamu aku jatuhkan rasa. Entah bagaimana, mungkin kau hanya seorang manusia sialan yang sedang beruntung saja sempat membuatku jatuh cinta.
Mengapa beruntung? Karena kau dicintai oleh orang seperti aku, orang yang malah kau patahkan hatinya. Benar-benar tidak tahu diuntung. Kau tidak memberiku kisah yang indah seperti dalam angan, namun masih saja kau lekat dalam kenangan.
Padahal kau sama sekali tidak istimewa. Kau tidak seberharga itu untuk kukatakan sebagai seseorang yang membuatku jatuh cinta karena senyum yang secerah sang surya.Tidak, senyummu menyebalkan, menjerumuskan. Membuatku seakan merasa dicinta padahal tidak.
Kau bahkan tidak seluar biasa itu untuk kukatakan sebagai seseorang yang mampu membuatku tertawa dalam situasi apa saja. Tidak, sikapmu mengerikan. Membuatku merasa benar bahagia padahal tidak nyata.
Kau tidak membuatku mengerti arti cinta, kau malah membuatku menjadi manusia sialan yang mematahkan hati seseorang. Apa baiknya menjadi seseorang yang mematahkan hati orang lain setelah hatinya dipatahkan? Manusia sialan, kau membuatku menjadi sama sialannya seperti kau.
Seharusnya aku jatuh cinta pada sosok seperti malaikat  yang akan menjadi kekasih terhebat, bukan masih saja seperti pecundang yang kalah perang setiap kau datang.
Dasar manusia sialan. Susah sekali kau dilupakan.