13/03/13

Bahkan Tuhanpun Sama

Terkadang kita ingin melakukan suatu yang berarti, namun hanya terhenti pada niat saja. Tanpa tindakan juga ucapan. Langkah terhenti, pundak begitu berat, tangan terbelenggu, lidah turut kelu. Hanya mata, akal juga hati yang berteriak, berlari hingga menangis tanpa bekas.

Jiwa seakan terlepas, raga terpasung kaku terbenam bumi. Meski kaki disentakkan, masih saja pijakkan tak berubah. Jarak bukan masalah, waktu bukan halangan, ruang bukan alasan. Tetap kita tidak bisa. Bukan di kemauan yang salah. Sekali lagi bukan karena kemauan yang salah. Jangan salah sangka dulu. 

Maaf, jika kau pernah bisa, tapi rasanya sekarang bukan saat yang tepat bagiku. Cukup mengerti saja, jika aku memang bisa dan mau. Karena sebuah nilai semua berbeda dan tidak nyata. Bahkan Tuhanpun akan sama denganku tentang ini.

(Hidup itu Sederhana -seharusnya- Hanya sederhana-nya saja yang bisa absurd, kompleks, kongkrit, bahkan absolute)

Sekali lagi, ini bagiku. Bukan kau, juga kalian.

02/03/13

Tunggu Sebentar ya

Tunggu sebentar ya..

Dua hari yang lalu aku bertemu dengannya lagi, kemaren lusa dia nampak lebih ganteng dari biasanya. Kemeja biru muda kotak-kotak juga cocok banget buat dia. Lebih nampak dewasa. Kami memang sudah merencanakan jauh-jauh hari untuk bisa ketemu disela padatnya rutinitas. 

Waktu itu kami pergi ke puncak. Menghabiskan kesempatan yang jarang terjadi untuk kedua kali. Muter-muter di sekitaran villa-villa. Mampir beli bakso bakar juga minum susu hangat buat angetin badan kami. 

Tunggu bentar ya.. / Oke..

Tagi pagi, dia kasih aku bungaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! Surprise banget, subuh-subuh dia belain dateng ke rumahku cuma buat ucapin "I love You Sayang.." sama ngasih seiket bunga mawar putih kesukaanku. Dia cowok paling romantis sedunia buatku. Aku yang awalnya bete gara-gara di gangguin nomer gak dikenal suruh bukain pintu rumah pagi-pagi buta, jadinya meleleh cuma karena kalimat maut diaaaaaaaaa!!!! Senengnya akuuuuuuuuuuuuuuu!!!

Tunggu bentar ya.. / Oke..

Dia bilang mau kerumahku minggu depan sama ngajak ortunya. Duh, masak beneran mau ngelamar aku ya.. Aaaaaaaaaaaaaahhh.. aku pengen nangis, deg-degan banget rasanya. Gak sabar buat nunggu minggu depan.

Tunggu bentar ya.. / Oke..

Menurut kamu, dia bakal seneng dikado apa? Hhhmm, kalo yang kayak gini kira-kira cowok itu suka gak ya..?? 

Tunggu bentar ya, aku mau ke toilet sebentar.. / Oke..

Sudah tak terhitung lagi alasanku padamu. Dan jawaban "oke" darimu selalu menjadi pamungkas alasanku padamu. Cara-cara untuk menghindari lanjutan cerita darimu. Bukan, bukan maksudku tidak suka semua cerita-ceritamu. Aku suka semua tentangmu, caramu tertawa, meringis, berjalan, manja, cerita-cerita yang lucu, bahkan tentang cintamu padanya. Aku juga berusaha untuk suka. Meski pahit untuk kutelan.

Semua ini kulakukan, agar aku masih bisa mendengar suaramu. Melihat sudut bibirmu yang mengembang ketika tersenyum. Matamu yang berbinar ketika banyak bercerita. Aku takut ketika kau tau bagaimana sebenarnya aku ingin diakui sebagai apamu. Kau akan menjadi berubah kepadaku. Bersikap bingung, tidak apa adanya lagi, canggung, yang akhirnya menjadikan kita berjarak. Jarak mata, jarak suara, jarak hati, hingga menjauh meninggalkan bekas-bekas rasa yang mungkin tidak akan selesai untuk kita.
Tidak ada lagi menunggu walau untuk sebentar..

Sori agak lama nunggunya, toiletnya antri.. hehehe.. / It's Oke

01/03/13

Ini dari orang yang tidak mencintaimu

Ini surat yang datang dari orang yang tidak mencintaimu. Orang yang tidak menginginkan sisa hidupnya dibagi bersamamu. Orang yang tidak berharap untuk berbagi mimpi-mimpinya denganmu. Orang yang tidak memikirkan kehidupanmu sepanjang waktu. Orang yang benar-benar tidak peduli dengan hal-hal yang terjadi dalam kehidupanmu kini.
Surat ini datang dari aku; orang yang tidak mencintaimu.
Anggap saja surat ini tidak dinamakan dengan sebuah “surat cinta”. Lagipula, dinamakan surat cinta berarti sudah jelas surat ini dikirim untuk orang yang dicintai. Dan aku jelas-jelas tidak mencintaimu.
..mengapa surat ini aku tulis?
Karena aku sekedar ingin menyampaikan bahwa setelah kamu pergi, aku tidak merindukanmu. Alasannya sudah jelas, karena aku tidak mencintaimu.
Aku tidak merindukan wangi yang biasa tertinggal di pakaianku beberapa saat setelah kamu mengantarku pulang. Aku tidak merindukan pesan-pesan singkat darimu yang selalu datang sesaat setelah petang menjelang, aku bahkan tidak merindukan memiliki hal-hal menyenangkan yang biasa kamu dan aku bagi berdua. Untuk apa aku merindukan semua itu? Karena sudah jelas aku tidak mencintaimu.
Bagaimana pun, aku mengirimkan surat ini hanya karena ingin membuat semuanya jelas. Bahwa aku tidak merindukanmu.
Dari orang yang tidak mencintaimu,
orang yang hampir-hampir tidak gila karena tidak merindukanmu.

P.S. Tolong hilangkan semua kata ‘tidak’ di surat ini.

F2WL'13 "TWORISM - THE MOVIE"