04/11/13

04.11.13

Aku suka hari ini, seperti saat kita pertama bertemu.. Membahas sesuatu yang tidak penting-penting.. Hingga kita lupa waktu, lupa kerjaan, lupa siapa diri kita sebenarnya.. Obrolan kita mengalir tak terasa pada tahap tentang apa yang paling bisa membuat kita bahagia selamanya.. Tersenyum tanpa batas..

Tawa, canda, godaan centil, juga mimpi manis kita nikmati bersama.. Aku tertawa kaupun juga, kita benar-benar bahagia dengan keadaan kita.. Kerjaan menjadi nomer kesekian setelah kita selesai tertawa bahkan hinggal terpingkal.. Itupun jika kita ingat pekerjaan kita, kalau sudah lupa terpaksa harus di bawa pulang atau menjadi tambahan tanggungan besok di kantor.. 

Janji untuk pulang bareng, sudah pasti itu jadi jadwal rutin kita.. Meski kita tahu bakal bisa pulang bersama, rasanya tetap saja tidak enak jika kita tidak memastikan satu sama lain tentang kesanggupan kita.. Jaga-jaga kalau ternyata diantara kita sudah ada jadwal lain, dan harus buru-buru pulang.. 

Hari ini seperti hari yang biasa kita jalani sebenarnya, yang berbeda hanya tanggal dan waktunya saja.. Beda waktu untuk merasakan hal yang sama, beda hari untuk bisa melihat hal yang sama, beda tanggal untuk menilai hal yang sama.. Bahkan kita juga bisa saling marah pada hal yang sama pula.. Hehehe, kita ini benar-benar komplit seperti jamu.. Ada manisnya, asinnya, pahitnya, juga getirnya.. Meski semua bisa terlihat sama, sebenarnya aku merasa semua bergerak dan berubah.. Yang dulu aku cuma berani curi-curi pandang padamu, sekarang aku sudah mulai berani mencuri hatimu.. Meski perlahan tapi aku berani pastikan kau akan tercuri olehku.. Yang dulu aku cuma bisa kasih saran untuk tidak usah memakai baju semacam itu, tapi sekarang aku sudah bisa dengan tegas meminta untuk mengenakan sesuatu yang bisa membuatmu lebih cantik..

Aku sudah ikut andil dalam kehidupanmu.. Kau juga, kurasa sudah menjadi orang yang bisa membuatku berubah.. Entah apapun itu, aku selalu berusaha untuk bisa menjadi seperti kebahagiaanmu.. Sebisa dan semampuku, selalu seperti itu kataku padamu.. 

Hari ini juga, kita masih bisa tertawa.. Menghadapi jawaban-jawaban yang belum membuat kita puas, menilai hal-hal yang tidak terlihat jelas oleh mata kita.. Menyelipkan senyum diantara ketidaksanggupan kita untuk berpisah di persimpangan jalan yang biasa kita lewati waktu pulang kerja.. Harusnya kita bisa saling antar sampai rumah, tapi rasanya sulit untuk kita saat ini.. Kita harus terpisah oleh persimpangan.. Persimpangan waktu bagi kita, yang kadang kita harus buru-buru pulang dan persimpangan itu jadi saksinya.. Persimpangan dunia kita, yang membuat kita bisa sedikit kehilangan senyum setelah itu.. Semua berubah saat itu.. Dan kita hanya bisa berdoa segera di datangkan pagi kembali.. 

Hari ini tanggal empat bulan kesebelas di tahun dua ribu tiga belas, kita semakin banyak merasa.. Sejak kita bisa menyebut istilah cinta pada kita waktu dulu, hingga saat ini semua semakin berubah, bergerak, meski sama apa yang tertanam.. Waktu kita semakin terasa sempit untuk bisa menciptakan obrolan-obrolan tidak penting dangeje.. Saat ini kita, mau tidak mau harus sedikit membahas hal penting, seperti sebuah kepastian, keputusan, janji, harapan, kekecewaan, kenyataan, juga kesanggupan.. Untuk bisa melewati persimpangan bersama pun sekarang kita sudah sulit untuk menjadwalkan, kita terlalu sibuk membahas hal penting yang sulit untuk di temukan titik temunya.. 

Hari ini, 4 November 2013.. Kita bisa sedikit mencampur antara penting dan tidak penting kita dalam waktu bersamaan dengan rapi.. Itu yang kurasa, kulihat, kunilai, dari sudutku.. Entah penilaianmu.. Apa sama seperti yang kuterka, atau jauh dari seperti yang kuratapi, bisa kurang atau jauh melebihiku..

Aku akan tetap mencarimu.. Meski kau bosan menunggu..
Aku masih bisa suka hari ini bersamamu meski aku didalam pesakitanku..