13/12/14

Alasanku Pergi

Yang aku tau didalam cinta terlalu banyak hal-hal yang tak aku mengerti yang terkadang hanya membuatku bingung dan merasakan sakit. 

Kenapa semua orang harus berpura-pura merelakan orang yang mereka cintai utnuk bersama orang lain? Yang padahal mereka sama sekali tidak rela dan harus tersenyum pedih didepan orang yang mereka cinta. Mereka harus berbohong, membohongi dirinya membohongi orang lain hanya untuk kebahagiaan seseorang yang bahkan tidak mengerti apa yang sebenernya dirasakan. Tapi terkadang ada kalanya kita benar-benar harus merelakan seseorang yang kita cintai bila memang itu yang harus terjadi. 

Terkadang apa yang kita rasakan, apa yang kita inginkan, apa yang kita pikirkan tak pernah sama dengan orang lain begitu juga tak pernah sama dengan apa yang dipikirkan, dirasakan, dan diinginkan pasangan kita. Cinta mengajarkan kita untuk saling mengerti, memahami, dan menghargai. Mengerti akan semua perbedaan yang kadang sulit untuk dipersatukan. Tapi terkadang pula perbedaan lah yang membuat sebuah cinta menjadi tegar. 

Disini aku akan berbicara tentang kebingunganku,ketakutanku, dan semua pertanyaan-pertanyaanku. Aku memiliki sebuah cinta yang aku sendiri bahkan tidak mengerti apakah yang aku rasakan sama seperti apa yang dia rasa. Ketakutanku yang mungkin akan menjadi kenyataan disuatu saat nanti yang harus merelakan dia untuk bersama orang tapi bukan aku. Karena aku telah dimiliki. Kebingunganku tentang apa yang dia rasakan apa yang dia pikirkan. Aku takut dia tidak bisa melakukan jani-janji yang dia buat. 

Didalam cinta selalu ada kata percaya, dan disini aku belajar untuk percaya tapi rasa ketakutanku melebihi rasa percayaku. Dia mungkin bahkan tak pernah tau bagaimana aku melawan rasa takutku. Aku tak munafik, aku tak akan rela bila dia pergi walaupun demi kebahagiannya, aku tau ini egois, didalam cinta terkadang kita perlu egois, tapi apa aku juga tetap memaksakan apa yang aku inginkan sedangkan dia tidak pernah menginginkan? 

Aku tau seharusnya cinta tidak harus berbelit seperti ini, tapi ini bukan hanya sekedar cinta yang cinta-cintaan . Dia akan mengatakan jalani saja , jalani saja apa yang ada. Tapi jika kita menjalani semuanya tanpa kita tau apa yang akan kita lakukan tanpa kita tau apa yang kita rasakan tanpa kita tahu apa semuanya tetap masih bisa dijalani? Semua itu tidaklah gampang tanpa kita saling mengerti. Dia bilang jika seperti ini harus ada yang mengalah, aku memutuskan untuk mengalah. Takutku memenangi rasaku, percuma jika kita mengalah namun orang itu tak akan pernah mengerti maksud untuk kekalahan itu karena apa. Aku milih menjauh darimu karena sebuah alasan aku tak ingin kamu lebih dalam dengan perasaanmu, cukup memandangi kamu dari kejauhan saja rasanya sudah puas. Kamu terlihat gagah dengan pakaian yg kamu kenakan kemarin, kamu tahu aku melihat kamu dilapangan itu tapi aku memilih untuk tidak memberitahumu. Aku tak ingin kamu jatuh terlalu dalam, kesedihanmu cukup sampai sini km berhak bahagia, biar aku yang mengalah... 

Biar aku yang jalani apa yang telah aku pilih andai km datang lebih dulu... Mungkin, 
Ah yasudah lah...