06/09/14

Satu Do'a Selamat 19

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan berhenti percaya bahwa seseorang tengah merindukanmu, tiap kali sehelai bulu matamu jatuh di pipi. Karena kamu tahu, jika seseorang merindukanmu dengan cukup dalam, ia akan menempuh tiap cara untuk menunjukkannya padamu, tanpa lewat bulu mata.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan menyalakan sebatang lilin dan meniupnya perlahan, tanpa harap apa-apa. Bukan karena kamu tidak percaya doa. Bukan karena kamu kehilangan harap. Kamu hanya tau bahwa hidup, mungkin, hanya perlu dinikmati detik ini juga. Tanpa perlu mengubah apa-apa.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu belajar bahwa mempertahankan cinta jauh lebih sulit daripada menemukannya. Kamu akan bertemu dengan orang-orang yang mencintaimu dalam tiap cara yang tidak pernah kamu mengerti seumur hidup, tapi tidak berarti mereka tidak mencintaimu dengan seluruh hati yang mereka miliki. Kamu akan bertemu orang-orang yang tidak pernah bisa mengerti dirimu, tapi tetap kamu cintai. Dengan tulus. Sepanjang hidupmu.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu berhenti berdoa tentang ‘hidup bahagia selama-lamanya’. Kamu berhenti berharap suatu hari badai akan berhenti dan langit senantiasa cerah. Kamu akan mengerti, lewat cara yang paling istimewa, bahwa penderitaan adalah satu-satunya cara supaya kamu mengerti apa itu kebahagiaan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan memiliki, paling sedikit, seorang musuh. Suatu hari kamu akan berdiri bersebrangan, bahkan dengan orang-orang yang tidak pernah ingin kau jadikan musuh. Saat itulah kamu tahu, berapa harga yang harus kau bayar untuk keyakinanmu.

Ketika dewasa nanti,
Kamu akan menghargai dirimu sendiri. Tanpa  harus muda, cantik, langsing, kaya, atau pintar. Kamu akan berterima kasih setiap hari, untuk hal-hal sederhana yang diberi Tuhan setiap hari dengan cuma-cuma; udara yang dihirup, jantung yang berdegup, dan airmata yang menetes. Kamu akan meminta lebih sedikit dan bersyukur lebih banyak.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan terus menerus bertanya tentang banyak hal. Tentang hidup, tentang adil, tentang Tuhan. Kamu akan menemukan jawaban ketidak puasan, lalu kamu mencari lagi. Begitu berulang-ulang, tanpa henti. Teruslah bertanya. Teruslah mencari. Hidup terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa pertanyaan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Keluarga adalah permata yang tidak bisa kau beli dengan uang. Begitu pula dengan sahabat. Kamu akan mengecewakan mereka berkali-kali, berselisih pendapat hampir tiap hari, tapi mereka akan tetap ada, tiap kali kamu butuh. Mereka akan mengesalkanmu, mengecewakanmu, tapi kamu selalu tahu, mereka akan selalu bersamamu. Melampaui kematian. Melampaui kehidupan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Dua puluh atau dua satu sungguh tidak berarti banyak. Kamu tetap ceroboh, penakut, dan pemimpi. Tapi setidaknya kamu tahu, yang berarti bukan angka, bukan tahun, bukan waktu. Yang jauh lebih berarti adalah orang-orang di sekitarmu, orang-orang yang mengajarkanmu kehidupan dengan cara mereka masing-masing.

Hidup tidak pernah bercerita tentang dirimu sendiri.
Hidup adalah tentang orang-orang di sekelilingmu.

Hai 19!

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan berhenti percaya bahwa seseorang tengah merindukanmu, tiap kali sehelai bulu matamu jatuh di pipi. Karena kamu tahu, jika seseorang merindukanmu dengan cukup dalam, ia akan menempuh tiap cara untuk menunjukkannya padamu, tanpa lewat bulu mata.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan menyalakan sebatang lilin dan meniupnya perlahan, tanpa harap apa-apa. Bukan karena kamu tidak percaya doa. Bukan karena kamu kehilangan harap. Kamu hanya tau bahwa hidup, mungkin, hanya perlu dinikmati detik ini juga. Tanpa perlu mengubah apa-apa.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu belajar bahwa mempertahankan cinta jauh lebih sulit daripada menemukannya. Kamu akan bertemu dengan orang-orang yang mencintaimu dalam tiap cara yang tidak pernah kamu mengerti seumur hidup, tapi tidak berarti mereka tidak mencintaimu dengan seluruh hati yang mereka miliki. Kamu akan bertemu orang-orang yang tidak pernah bisa mengerti dirimu, tapi tetap kamu cintai. Dengan tulus. Sepanjang hidupmu.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu berhenti berdoa tentang ‘hidup bahagia selama-lamanya’. Kamu berhenti berharap suatu hari badai akan berhenti dan langit senantiasa cerah. Kamu akan mengerti, lewat cara yang paling istimewa, bahwa penderitaan adalah satu-satunya cara supaya kamu mengerti apa itu kebahagiaan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan memiliki, paling sedikit, seorang musuh. Suatu hari kamu akan berdiri bersebrangan, bahkan dengan orang-orang yang tidak pernah ingin kau jadikan musuh. Saat itulah kamu tahu, berapa harga yang harus kau bayar untuk keyakinanmu.

Ketika dewasa nanti,
Kamu akan menghargai dirimu sendiri. Tanpa  harus muda, cantik, langsing, kaya, atau pintar. Kamu akan berterima kasih setiap hari, untuk hal-hal sederhana yang diberi Tuhan setiap hari dengan cuma-cuma; udara yang dihirup, jantung yang berdegup, dan airmata yang menetes. Kamu akan meminta lebih sedikit dan bersyukur lebih banyak.

Ketika kamu dewasa nanti,
Kamu akan terus menerus bertanya tentang banyak hal. Tentang hidup, tentang adil, tentang Tuhan. Kamu akan menemukan jawaban ketidak puasan, lalu kamu mencari lagi. Begitu berulang-ulang, tanpa henti. Teruslah bertanya. Teruslah mencari. Hidup terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa pertanyaan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Keluarga adalah permata yang tidak bisa kau beli dengan uang. Begitu pula dengan sahabat. Kamu akan mengecewakan mereka berkali-kali, berselisih pendapat hampir tiap hari, tapi mereka akan tetap ada, tiap kali kamu butuh. Mereka akan mengesalkanmu, mengecewakanmu, tapi kamu selalu tahu, mereka akan selalu bersamamu. Melampaui kematian. Melampaui kehidupan.

Ketika kamu dewasa nanti,
Sembilan belas atau berapapun sungguh tidak berarti banyak. Kamu tetap ceroboh, penakut, dan pemimpi. Tapi setidaknya kamu tahu, yang berarti bukan angka, bukan tahun, bukan waktu. Yang jauh lebih berarti adalah orang-orang di sekitarmu, orang-orang yang mengajarkanmu kehidupan dengan cara mereka masing-masing.

Hidup tidak pernah bercerita tentang dirimu sendiri.
Hidup adalah tentang orang-orang di sekelilingmu. Selamat ulang taun semoga diumurmu yang 19 ini selalu ada doa didalamanya