12/05/15

Doaku...

Kita. Sebuah kata yang (semoga) menjadi tujuan bagi aku dan kamu. Belum terwujud (semoga) hanya karena detik itu belum sampai pada putaran akhirnya mengemban tugas mempersatukan. Dalam doa, namamu selalu aku sematkan, (semoga) menjadi doa yang baik untuk kita, (semoga) kamupun begitu. Banyak doa yang sudah kuucap, sepertinya belum ada yang terkabul. Aku yakin (semoga) Tuhan bukan tak mengabulkan doaku. Ia hanya menyimpannya, hingga waktu yang tepat datang.
Ketika waktu itu sudah tiba, (semoga) Tuhan akan melepas semua doa yang kuucap, menghamburkannya pada semesta sebagai tanda ada pekerjaan yang harus semesta selesaikan. Dan aku, tak pernah ragu dengan cara kerja semesta.
Biarkan aku berdoa lagi, sayang. (semoga) Kamu pasti bersedia mengamini juga, kan?
Semoga sepi yang hadir menelusup dalam setiap malam, hanyalah cara Tuhan mengingatkan aku rindu akan kamu rasanya tak tertahankan.
Semoga kita hanya dua orang sendiri yang pernah saling memimpikan, hanya saja belum saatnya bersatu. Selama ini apapun yang aku lakukan denganmu sudah kutulis pada janjiku takan aku lakukan bersamanya. Kelak aku sematkan pada pangeran terakhir dalam hidupku, nantinya. 
Semoga kita hanya dua hamba yang saling mengirim doa, mengamini bersama, yang ternyata doanya memohon untuk saling melengkapi.
Semoga kita hanya sepasang insan yang saling mau, hanya saja menunggu waktu yang tepat untuk bersama.