22/09/15

Hay Januari

Kepada kamu yang selalu aku sisipkan dalam doa. 
Entah, akhir akhir ini aku selalu teringat kamu...
Maksudku kita, yang dulu 

Hey polaris 
Aku tau aku sudah melewatkanmu, hampir 3 bulan lamanya. Tidak akan ada kata kita lagi, aku cukup merelakanmu, aku cuman rindu... 

Kini atau pun suatu hari nanti, kamu bertemu seseorang yang kamu cintai, aku berharap dia akan balas mencintaimu lebih dalam.
Aku harap dia akan mencintai dengan seluruh hatinya, bahkan meski semua orang bilang itu tindakan bodoh. 
Aku dulu melukaimu, tindakan bodoh. Aku meninggalkan, meninggalkan yang sempurna demi yang terbaik...
Awalnya aku menyesali itu, aku membutuhkanmu ternyata, tapi seiring berjalanya waktu banyak hal yang kau sembunyikan bersama masalalu mu, kataku itu lebih menyakitkan dibanding kamu meninggalkan aku...

Sekarang kita bicara masa depan. Suatu saat nanti Aku berharap akan ada dia yang melihatmu melampaui ketampananmu, kemudaanmu, atau kepintaranmu. Aku berharap ia melihatmu lewat cara yang tidak pernah dilihat orang lain. Bahkan caraku memandangmu...
Aku berharap ia melihatmu lewat cara yang paling istimewa. Aku berharap kamu akan jadi satu-satunya semesta yang ia punya. Seperti aku dulu, semestaku hanya kamu, duniaku hanya berkutat dengan kamu, ketika ada celah saat orang lain masuk aku melewatkanmu...

Aku berharap kamu dipertemukan dengan seseorang yang mencintaimu dalam detil; yang selalu tahu gradasi warna kesukaanmu, yang selalu ingat camilan ringan langgananmu atau wangi favoritmu. Semoga ia masih tetap mencintaimu, bahkan di tiap detil yang ia benci; kebiasaanmu yang menurutku itu kekanakan.

Aku berharap dia tidak akan pernah melupakanmu, kemana pun ia pergi. Aku berharap ia akan mengingatmu lewat nada yang ia dengar, harum yang ia hirup, dan akan terus mengingatmu sekalipun kelima inderanya gagal mengingatkanmu. Semoga kamu menjadi bagian dari hidupnya, seperti aku telah menjadi bagian dari hidupmu.

Aku berdoa semoga kamu bertemu dengan seseorang yang mencintaimu dengan keras kepala. Yang tidak egois, dan penyabar. Semoga kamu bertemu dengan seseorang yang mencintaimu tanpa akhir, apapun yang terjadi. Aku berdoa semoga dia selalu mencintai dirimu tanpa kecuali. Semoga dia tak meminta apa-apa darimu kecuali dicintai kembali. Aku berdoa semoga ia tak pernah mengubah pikirannya, seumur hidupnya.

Aku berdoa semoga ia sanggup menerima tiap cacatmu, tiap kurangmu, dan tiap-tiap hal yang tidak mampu kamu lakukan untukku. Aku berdoa semoga ia sanggup memaafkan tiap khilafmu, tiap kegagalanmu, dan mimpi-mimpi yang harus gugur, seperti kamu padaku dulu. 

Aku berdoa semoga tiap luka yang telah dan akan kau perbuat tidak membuatnya mundur dan berhenti mencintaimu.

Aku berdoa semoga kamu dicintai seseorang yang begitu baik hatinya, sehingga ia tak akan sanggup mematahkan hatimu. Aku berdoa semoga ia mengerti pahitnya patah hati, sehingga kali ini jika kamu memberinya kesempatan, ia akan menjaga hatimu sebaik-baiknya. (Tidak seperti aku... Hehe)

Aku berharap kamu dikirimi seseorang yang selalu menyisipkan namamu dalam doanya. Aku berharap ia tak pernah lupa memohon keselamatanmu pada tuhannya. Aku berharap di setiap langkahmu, cintanya menguatkanmu dan doanya melindungimu dari segala nasib buruk.

Semoga ia seseorang yang penuh kasih dan ketulusan. Semoga ia seseorang yang mudah bersyukur. Semoga ia menjadi teman perjalananmu, saat ini dan selamanya. Semoga ia sungguh-sungguh rusukmu yang sempat hilang. Semoga di bola matanya, kamu menemukan rumah yang terakhir, dan bukan aku tenangmu

Aku berdoa semoga kamu bertemu seseorang yang jauh lebih baik daripada yang pernah kita khayalkan dulu. Aku berdoa semoga kamu berjodoh dengan seseorang yang jauh lebih baik daripada yang selalu kita impikan dulu. Aku berdoa semoga kamu menghabiskan sisa hidupmu dengan seseorang yang tidak pernah membuatmu berhenti bersyukur dan bersabar. Aku berdoa semoga kamu beruntung. Sungguh-sungguh beruntung.

To much missing you, P.