17/10/15

Kamu tahu, aku itu pembunuh

Akulah bangsal kegelapan yang berpura-pura menjadi malam yang menyejukkan.
Membawamu pergi menelusuri bukit-bukit indah yang ku rakit dari gumpalan dendam.

Ingatkah kali pertama bertemunya kedua bola mata?
Kita bersikeras masa itu adalah racikan Tuhan paling sempurna.
Dimana kupu-kupu menari disekitaran tubuh kita, mengerlingkan sorot bahagia dalam pelupuk mata.

Mati sayang, rasa itu mati.
Setidaknya aku mengira demikian.
Sampai tiba saatnya wajahmu datang kembali di layaran sudut pandang.

Ternyata kamu masih hidup, atau setidaknya gentayangan di pikiranku tanpa aturan.
Ya ya ya…..aku kembali menghela nafas panjang…
kupanggil lagi engkau perlahan…

“Sayang, sini…aku akan membunuhmu. Jangan takut, kulakukan dengan rindu yang menggebu langsung menuju jaring nadimu