Eccedentesiast
Ada orang-orang yang raganya tenang, tapi pikiran dan hatinya sedang berkecamuk dan penuh dengan gemuruh, ia pandai menyembunyikan rasa dengan senyum dan tawa. Namun siapa yang tahu, saat malam datang ia menggelar sajadahnya hanya untuk bertemu dengan Tuhannya, menceritakan pilunya hari-hari yang ia jalani.
Benar, ia menyimpan semua sakit itu dengan begitu rapih, soal apa saja yang sudah ia perjuangkan dan perihal apa saja yang sudah ia korbankan. Ia tahu bahwa pikirannya boleh kalut, hati dan rasanya boleh remuk, tapi bukan berarti ia berhenti dan meratapi hidupnya.
Kamu tahu, selama ini ia hanya mengandalkan doa sebagai penenang dan penetral hatinya, ia menjadikan setiap tangisan yang keluar dari doa yang dilantunkan sebagai obat penyembuh luka hati. Luas dan lebar sekali dadanya, ia menerima semuanya jauh sebelum takdir itu jatuh padanya.
Sebab yang ia yakini bahwa sakit akan ada masanya sembuh, bagian yang terluka akan ada masanya ia kering kembali sempurna. Ia begitu dewasa dengan semua ujian yang berhasil diselesaikan.
Andai hari ini orang itu adalah kamu, maka berbahagialah. Karena Tuhan melihat semuanya dan pasti akan memberikan hadiah terindah untukmu di penghujung jalan kehidupan ini, semua pasti akan terlewati.
Ambillah napas yang panjang, kemudian keluarkan bersamaan dengan masalah yang menyesakkan dadamu. Kamu hebat!
