Patah

Orang-orang datang dan pergi dalam hidupmu, ada yang memberi kesan baik dan ada pula yang kamu berharap ia tidak datang lagi, ada yang menetap sementara dan ada yang hanya sekedar datang untuk menyapa. Semuanya mengajarkanmu bahwa hidup memang soal pergantian dan seni menyikapi rasa juga sikap.

Dia yang dijadikan sandaran ternyata malah pergi, ia yang diharapkan ternyata tidak sesuai ekspektasi, atau mungkin ia yang kamu rasa akan menjadi teman malah pergi dan mencari yang lain. Ada ribuan rasa dan gemuruh yang akan silih berganti dalam rangkaian hidup ini, seharusnya itu lebih bisa menjadikanmu dewasa dalam bersikap dan mengelola rasa.

Tidak mudah menaruh harap dan bersandar, tidak mudah kecewa atas kehilangan dan tidak cepat bahagia atas kedatangan, dan semua hal lainnya yang seharusnya kamu bisa lebih matang soal menyikapi hidup.

Jika hari hidup adalah pergantian, sudahkah siap jika nanti kamu diganti oleh orang lain setelah kamu mati? Entah di dalam keluarga, pekerjaan, teman dan bahkan orang yang dikasihi.

Lembutkan lagi hati untuk lebih merasa, tundukkan lagi diri untuk lebih menghamba dan tenangkan lagi diri untuk lebih menerima semua takdir dalam rangkaian perjalanan hidup 

Dan…

Kalau ada orang yang selalu terihat baik kepadamu, bisa jadi dia sedang mendekatimu. Entah mengapa barangkali kamu harus lebih sering menjaga hati saat berhadapan dengannya. Kamu tidak boleh memberikannya harapan lebih, sebab bisa jadi justru dia hanya bermain-main saja. 

Kalau ada seorang yang selalu menghubungimu untuk sekedar basa basi, kamu pun harus membalas sekadarnya. Jangan berlebihan, hingga membuatnya memupuk perasaan yang bisa jadi akan menyusahkanmu ke depan saat kamu ternyata memutuskan untuk menolaknya. 

Kalau ada orang yang selalu menolongmu, kamu pun harus menjaga diri dan hati. Sebab bisa jadi pertolongan-pertolongan itu yang nanti membuatmu memendam perasaan yang berlebih. Padahal dia tak lebih dari sekedar perpanjangan tanganNya untuk membantumu. 

Kalau ada nanti orang yang mengajakmu pergi, kamu harus berani untuk menolaknya dan memberikan penegasan kepadanya. Sebab kamu diciptakan untuk menjaga diri, bukan untuk mudah berpergian dengan siapapun.

Kalau nanti ada orang yang menjanjikan banyak hal kepadamu, janganlah mudah percaya. Memang benar, semua berawal dari komitmen dan kepercayaan, namun dia tidak bisa benar-benar dikatakan serius sebelum meminta izin kepada yang berhak atasmu. 

“Kalau nanti ada orang yang seperti ayahmu dahulu saat meminta ibumu. Ia akan memintamu baik-baik, menjaga kedekatan denganya serta hubungan dengan keluarganya terutama ibunya, serta mau bekerja keras untuk menafkahi hidup keluarganya kelak. Sebab dia adalah seseorang yang benar-benar memperjuangkanmu.” 

Jangan sekali-sekali singgah. Jika pada akhirnya kamu tak akan menetap. Sebab sekali jatuh, hati mereka akan sulit melepaskan

Jangan sekali-kali menerima tamu. Jika kamu nyatanya belum juga bersiap. Sebab sekali kau terima, bisa-bisa ia akan terus mengetuk. 

Kalau dia memang berniat menetap, seharusnya ia datangi yang berhak atasmu. 

Kalau dia memang berani menerima, seharusnya ia telah siap menunda mimpinya.

Untukmu yang hari ini patah raga dan hatinya, yang pincang angan dan citanya, dunia boleh bertingkah semaunya, tapi jangan lupakan bahwa Tuhan menjanjikan obat untuk semua luka dan sakit dari patahnya hari ini. Sabar, semuanya akan usai sebentar lagi, sabarlah sedikit lagi. 

Kamu boleh menangis oleh dunia yang menghimpitmu, tapi jangan terlalu lama dan justru mengurung diri. Sebab, sesiap kamu bangun dan kembali melanjutkan hidup, maka secepat itu pula pertolongan dan bantuan akan datang. Sabar, ya :’)

 

Sekalipun bahagia adalah tujuan, namun ia harus dicapai dengan berjuang. Justru kebahagiaan itu itu sebenarnya bersifat sementara, namun yang abadi adalah perjuangan. 

Sebab, saat bahagia, kita senantiasa diingatkan bahwa itu hanyalah euforia sementara. Masih ada mentari esok pagi yang harus kita sambut dengan semangat baru, dengan perjuangan baru. 

Nanti jika kamu datang, cobalah untuk tidak menawarkan kebahagiaan. Tawarkanlah perjuangan yang tujuannya adalah kebermanfaatan. Sebab bahagia itu sendiri adalah bonus dari perjuangan keras yang dilakukan, buah dari kebermanfaatan yang dihasilkan. 

Nanti, jika ada yang datang, coba lihat bagaimana dia dulu berjuang. Tak perlu kau termakan akan janji-janji yang dikomitmenkan jika tidak ada semangat berjuang dari sorot matanya. Kamu layak membuat kepercayaanmu seolah mahal, sebab di situlah kamu akan melihat bagaimana dia berjuang. Setidaknya, bagaimana dia memperjuangkanmu. 

Selama tak ada tanda-tanda untuk berjuang, coba kau pikirkan kembali jika akan menetap. Apakah ia nanti akan mampu untuk sekedar memperjuangkanmu agar bertahan? Sementara masih banyak diluar sana yang perlu diperjuangkan. 


Postingan Populer