idontwannabeyouanymore
air sudah dijerang kini seduhan teh sudah aku persiapkan, meracik kopi sendiri untuk menemani sebatang rokok, carukan pagi diteras rumah adalah perayaan rutinku kali ini, koran pagi yang biasa berbagi sudah menumpuk diatas meja beranda, mungkin ada kolom yang perlu dibahas untik sorenya digunting dan dikliping oleh hati dan pikiran
Kau mana
tahu bahwa mendaki dari bawah bukan persoalan mudah, sekali hati yang kugenggam menyayat dan luka hingga berdarah dengan perdebatan rasa yang selalu kusimpan sendiri, dalam pedih yang hanya bisa kusampaikan pada asa. kemudian dengan cinta yang sabar kusembunyikan bagian dari diriku yang terluka saat mempertahankan dia
Kau mana
tahu bahwa aku pernah merasa punya seperti tak punya saat kau sibuk menata mimpi yang katanya dulu ada aku diletakan didalamnya, aku pernah hanya bisa berbincang dengan bayang, menabung rindu pelan
sambil berbisik pada Tuhan agar Dia tak lupa menjaga lelaki yang entah sedang
menggapai mimpi seperti apa. Tak apa Tuhan dia lupa memberi kabar asal jangan
lupa makan.
Kau mana
tahu bahwa aku pernah tak perduli itu terik atau hujan asal bisa menemuinya dalam sisi gelapnya untuk sekedar memeluk dan bicara semua akan membaik seiring berjalanya waktu, aku tak peduli diwaktu yang sama akupun sedang tidak baik baik saja
Kau mana tahu bahwa
dia pernah memintaku menunggunya memantaskan diri agar bisa terus mendampingiku.
Dia pernah meminta untuk tak pernah kutinggal meski cuma sebentar. Katanya, aku
cuma perlu menunggu waktu sampai bisa dijadikannya wanita paling bahagia.
Nanti. Kau mana tahu..
kau mana tahu aku yang kini berjuang sendiri merasa semua ini sia-sia, tidak ada guna
x