It’s never my job to make u feel like a man

Everybody deserves to be happy. You think there’s something wrong about your life? Fix it. Change it. Whining about it won’t do you any good. And you know what? You, don’t need anybody to make you happy. Instead of depending on someone else, why don’t you create your own happiness? It could be as simple as realising you’re still breathing, that you’re given another day to live, that you’re given another chance to do something good for yourself or for people around you.


Hal penting lainnya, lepaskan diri km dari pengaruh negatif orang di sekitar. Jangan takut dikatain cemen hanya karena km mau cari suasana baru, suasana yang lebih segar, suasana yang jauh dari hawa negatif. Toh, bukan mereka yang ngasih km hidup. Bukan mereka yang menentukan apa yang harus km lakukan dalam hidup. 


I can’t say that I’m fine, actually I’m not fine at all. I may look stronger than the other, but the truth is I hide my tear from you or anyone else. So, if you doesn’t know my whole story, please SHUTUP YOUR MOUTH!!!


Someone said to me: “Kalau ada cowo yang minder dan kemudian mundur karena pendidikan kamu tinggi, penghasilan kamu bagus, atau kamu dianggap jauh lebih superior karena bisa apa-apa, ya udah gak usah maksain ngejar untuk bisa tetep bareng sama dia. Karena dia bukan laki-laki untuk kamu”

Saat itu gue gak 100% setuju sama orang ini, karena gue masih beranggapan memang dengan kemandirian yanh gue punya saat ini, masih ada beberapa lelaki yang mikir “lu bisa apa-apa sendirian terus gw buat apa? Lu punya punya penghasilan segitu, laki-laki keder juga kali”


Sampai akhirnya saya kembali ke lingkungan ini, menekan tombol pause untuk melanjutkan pekerjaan, menekan tombol rewind untuk penghasilan. Namun segelintir orang masih berpikiran sama, ada yang terang-terangan mengakui bahwa dia gak pede dengan background pendidikan, pekerjaan, bahkan finansial, ada juga yang merasa kemandirian gue ini buat dia merasa tidak diperlukan sebagai laki-laki. Tidak merasa dirinya pantas untuk bersama.


So It’s my fault if I have higher education than youor my fault if I independentor my fault if I raised in good family? Or my fault if i can earn more money than you ?


Pada akhirnya gue setuju dengan kata-kata temen gue yang satu itu, bahwa pendidikan, penghasilan, dan kemandirian gue bukan alasan untuk seseorang merasa minder kemudian mundur. Kalo pun mereka merasa minder, bukan salah gue. Berarti dia tidak mau upgrade dirinya untuk bersanding dengan gue.


Let’s take a breath, read with heart, and here my statement:

“Respect my parent, respect myself. Gue disekolahkan orangtua tinggi-tinggi dan gue kerja keras untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup gue sendiri, belajar agama untuk memperbaiki karakter, lalu gue harus melepaskan itu semua, just because some loser afraid of my success? You choose to walkout just because I have a better life? Better education?”

And to all ladies, Lelaki yang benar mencintai kamu akan berjuang untuk bisa mengimbangi itu semua, entah dia berusaha mengimbangi kamu dengan Sikapnya, Pekerjaanya, attitudenya, mindset-nya, atau mengimbangi dengan perhatiannya, atau malah dia akan termotivasi untuk bekerja lebih giat. Bukan malah mundur dan menyalahkan situasi dan kondisi.


Sound arrogant? Maybe yes.

‘If anything, they should be proud. If anything, they would level the playing field, to be the man you’re proud to be with, no belittle you”

It’s not my job to make you feel like a man. I can’t make you something you’re not” 


Dan untuk lelaki, jika kamu berpikir bahwa perempuan yang berpendidikan dan berpenghasilan lebih baik dari kamu itu akan sulit diatur, atau mungkin membuatmu merasa minder. Maka ingatlah Siti Khadijah yang dinikahi Nabi Muhammad

Postingan Populer