Kriteria

Jangan Turunkan Standar, Bungkam Kritik Berlebihan dari dalam Diri atau nggak setiap orang punya standar penilaian masing – masing, baik itu untuk dirinya sendiri ataupun orang lain. Sederhana saja, kalau kamu bertanya dengan temanmu seperti apa tipe kekasih idamannya. Secara otomatis dia akan menyebutkan deretan kriteria, dari yang bisa diterima akal sehat hingga mission impossible. Review lagi standar penilaian untuk dirimu sendiri. Jangan menaruhnya terlalu tinggi kalau kemampuanmu belum mengimbangi. Usahakan keduanya sejajar. Standar penilaian yang disesuaikan dengan kemampuan dan membantumu mengurangi kritik berlebihan yang kadang ga masuk akal dari dirimu sendiri. 


Dulu, aku pernah jatuh cinta dengan seseorang. Dia orang yang biasa saja, sederhana dan manis orangnya. Salah satu tipeku pokoknya. Dia sudah pernah mengatakan menyukaiku dan ingin serius denganku.


Tapi, hanya karena dia setiap kita ngobrol tidak pandai berbicara (pendiem). Harus selalu aku yang mencari topik pembicaraan padahal dia yang menghubungi duluan dan orangnya sumbunya pendek (gampang emosi). Alasan lainnya pula karena lingkungan dia yang tergolong tidak terlalu baik, ibuku pernah mewanti-wantiku soalnya. Akhirnya, aku memutuskan untuk mundur saja.


“Semakin dewasa, pertimbanganmu dalam mencari pasangan memang semakin banyak. Perasaan pun kadangbisa saja kau abaikan.”


Dalam keluarga, harus ku akui, aku adalah anak yang paling keras dan cerewet dalam hal apapun. Bahkan kata baik itu jauh untuk anak seperti aku. Dari yang suka membuat kesal orang tua, sampai membuat marah seisi rumah.


Yah, setidaknya itu cerita tentangku yang bisa kubagi sedikit. Cerita yang aku pikir sederhana tapi selalu saja membuatku merasa bahagia. Karena dari bagian cerita itu, aku mempunyai sesosok pria yang luar biasa. Ayah


“Pria yang selalu membuatku merasa dicinta. Pria yang senantiasa membuatku merasa ada.


Pria itu adalah Ayahku. Seorang pria yang sederhana dan yang selalu tampil apa adanya. Bahkan, beliau selalu saja membuatku merasa bangga dengan kerja kerasnya yang tak pernah sudah. Tapi buatku, memiliki Ayah seperti beliau itu lebih dari segalanya. Tak pernah menyerah lagi tak pernah membuat keluarga susah. Mungkin, akan sedikit terdengar berlebihan jika kumengatakan ini. Tapi, terima kasih, Ayah. Untuk cinta yang tak pernah mati untuk kami, keluargamu. Lagi kasih yang tak pernah hilang untuk aku; putrimu.

Satu hal yang aku dapat dari dirinya. 


Saat itu ia dengan berani mengatakan. Carilah ia yang bisa menjagamu, menerika segala kekuranganmu, dan bertahan denganmu apapun yang akan terjadi, baik buruknya. Carilah ia yang se frekuensi dan selevel denganmu.  Iya, maksudnya meskipun ada banyak orang di luar sana sebagai pesaing, yang penting bagaimana dua insan sama-sama punya visi misi yang searah dan berkomitmen. Satu frekuensi bisa juga diartikan "heart to heart". Kedekatan hati dengan hati. Well, I was dreaming about the truly love. Kalaupun di tengah realita cinta itu bisa terganggu segala jenis permasalahan. But it does exist! and I believe. 


Jangan pernah turunkan standarmu hanya untuk bersama seseorang, jangan biarkan dirimu menurun jika setiap harinya kamu bisa upgrade dirimu terus menerus. Dont lower your standard if u keep upgrading yourself everyday

Postingan Populer