Lantas, apa yang kamu cari?

Dunia seakan takkan ada habisnya jika dikejar. Manusia takkan ada puasnya jika hanya menuruti hawa nafsunya. Harta dan tahta seakan tak pernah cukup jika terus diperjuangkan, lantas apa yang sesungguhnya kita cari?”

Pertanyaan yang sudah pasti harus sering kita ulang-ulang dalam kehidupan. Ketika kita terlalu tersibukkan dengan segala aktivitas yang rasanya takkan pernah selesai jika terus menuruti ambisi.


Ketika kita terlalu fokus dengan segala target-target, pencapaian yang sebenarnya hanya menghadirkan kebahagiaan yang sementara. Ketika bahkan harus memilih menebus rasa lelah dengan alasan masih banyak yang mampu dilakukan, bahkan berujung mengorbankan kesehatan. Ketika memilih meninggalkan keluarga hanya untuk mengejar karir, uang, serta keinginan-keinginan yang sebenarnya bisa ditunda untuk sementara waktu, lantas apa yang sesungguhnya kita cari?

Pertanyaan yang akhir akhir ini selalu terasa berat manakala kita berada pada titik jenuh akan segala aktivitas. Atau saat kita merasa jauh dari tuhan, jauh dari keluarga, jauh dari aktivitas - aktivitas yang sederhana, sekedar bercanda dan berkumpul bersama orang tua dan keluarga, yang sesungguhnya mampu menghadirkan sebuah perasaan yang terkadang kita sendiri pun sulit untuk mendeskripsikannya.  

Pertanyaan yang barangkali jawabannya sangat normatif. Barangkali tak ada jawaban yang salah untuk pertanyaan ini. Setiap orang memiliki parameter dan tujuan hidup masing-masing. Setiap orang memiliki hal-hal yang menjadi prioritas masing-masing. Namun jika ditarik pada tujuan manusia diciptakan,  untuk beribadah, lantas sungguh kita pantas mengulang kembali pertanyaan ini, “Apa yang kamu Cari?

Jawabannya sudah tentu ada dalam hati. Tugas selanjutnya adalah memastikan agar hati jernih dalam berfikir, Seringkali banyak hal yang sebenarnya tidak kita cari justru kita perjuangkan, sementara hal yang sudah seharusnya bahkan wajib dicari menjadi terabaikan. 

Apa yang Kita Cari? 

Memahami diri sendiri saja kadang butuh waktu yang tidak sebentar. Mengkonfirmasi ulang perasaan, menegaskan kembali keputusan, dan hal lain yang memang perlu waktu untuk berkomunikasi lebih dengan diri.

Lalu, kita seenaknya menuntut orang lain untuk mengerti dan paham betul tentang diri kita. Tanpa kita tahu apa yang sebenarnya hati kita inginkan. Kejam.

Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah! Maka jadilah sesuatu itu”. - QS. 36: 82

Sampai sejauh apapun kita berusaha, sampai sejauh apapun kita berdoa, jika Dia berkehendak, maka belum juga terjadi yang kita inginkan. Sebaliknya saat kita merasa perjuaangan kita tak seberapa, bahkan barangkali tak ada apa-apanya, atau terasa tak melakukan apa-apa, namun jika Dia berkehendak, maka terjadilah. 

Betapa mudah Allah membolak-balikkan hati seseorang, betapa mudah Allah membolak-balikkan perasaan seseorang. Betapa mudah Allah mengubah nasib seseorang dari yang tak mampu menjadi mampu, dari yang kaya menjadi miskin, demikian pula sebaliknya. 

Apakah itu adil? Apakah itu bentuk keMahaKuasa-anNya ? Apakah kita mampu menghadapinya? Pertanyaan yang seringkali berkecamuk saat takdirNya menerpa. Pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuat hati tidak menerima akan ketetapanNya. Hati yang berontak, merasa tidak tenang, bahkan tak jarang justru kita menyalahkanNya. 

Yang terjadi maka terjadilah. 

Ini adalah tentang penerimaan. Ini adalah tentang kemampuan meluaskan hati. Ini adalah tentang bagaimana kita membangun prasangka baik. Kita tak mampu menawar ketetapan. Kita hanya mampu menabahkan hati jika tak sesuai dengan ekspektasi. Kita hanya mampu mensyukuri jika memang Dia berkehendak sesuai dengan yang kita ingini. 

Maka relakanlah segala yang terjadi, ikhlaskanlah, teruslah berprasangka baiklah kepadaNya. Sebab kita hanyalah hambaNya, yang begitu terbatas pengetahuannya, yang sering tak sadar barangkali keputusanNya adalah keputusan terbaik. 

Akhirnya pertanyaan “sebenarnya apa yang kamu cari” tidak jauh dari sebuah perjuangan dan perlakuan yang terus konsisten, karna hidup terus naik, sesekali istirahat jika lelahmu datang. 

Postingan Populer